This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 15 Mei 2017

Liburan Jepang Day 4 - Tokyo

Kami checkout dari apartment pukul 10.00. Kalau menginap di apartment dari Air bnb biasanya check out paling lambat memang 10.00 dan kita tidak bisa menitipkan koper. Usahakan meninggalkan apartment dalam keadaan rapi dan bersih yaa...Kami menuju stasiun shin-osaka untuk naik shinkansen. Kami sampai stasiun shin osaka sekitar pukul 11.30. Berhubung kami belum sempat makan pagi, jadi kami membeli makan pagi (sekaligus makan siang) di stasiun osaka. Ada 1 toko makanan di lantai dasar yang menyediakan bento yang bisa dibawa ke kereta. Harga bento ayam kurang lebih 890yen.
Kedai makanan yang halal yang paling kiri
Chicken bento yang bisa dibawa ke kereta
Kami sampai Tokyo Station sekitar pukul 14.00, kemudian kami naik yamanote line menuju apartment kami dan turun di stasiun shin-okubo. Di stasiun shin-okubo ini ga ada lift ataupun eskalator, jadi lumayan ngangkat2 koper turun tangga. Pemilik apartment kami di Tokyo bernama Rui, dia menjemput kami di depan stasiun shin-okubo dan membantu membawakan 1 koper kami.. Jarak dari shin-okubo ke apartment kurang lebih 10 menit (mengingat kami membawa koper jadi jalannya aga lambat). Oh iya, check in di apartment itu biasanya pukul 15.00 dan gak bisa early check in ya..Rui menjelaskan detail bagaimana mengoperasikan seluruh perangkat yang ada di rumah. Apartment di tokyo ini terletak di daerah shinjuku. Melongok lewat jendela aja udah keliatan stasiun Shinjuku. Apartmentnya 2 lantai, walaupun cukup sempit dibanding apartment di Osaka namun apartmentnya nyaman.
Apartment kami di shinjuku
Setelah shalat di apartment kami berjalan menuju shinjuku gyoen park untuk melihat bunga sakura. Yups harusnya bulan febuari bunga sakura belum mekar, namun based on informasi di instagram ada beberapa pohon yang sudah mekar. Lokasinya cukup jauh dari apartment kami, kira-kira 20-30 menit jalan kaki. Salahnya kami adalah kami tidak check dulu jadwal buka tutup taman. Jadi sampainya di taman eh sudah tutup..huhuhu..kami pun kembali jalan-jalan di sekitar shinjuku. Kami makan malam di Yoshinoya. Menu yoshinoya di jepang lebih variatif dibandingkan dengan di Indonesia. Tidak hanya beef bowl, kita juga bisa makan sukiyaki, salmon, ataupun unagi disana. Range harga untuk satu paket salmon + daging ala beefbowl skitar 600yen. Sehabis makan kami pergi ke Don Quijote di Shinjuku untuk membeli snack-snack oleh-oleh. Malam itu Don Quijote penuh sekali (mungkin setiap malam ya..?). Perlu waktu skitar 30-45 hanya untuk mengantri bayar belanjaan di bagian tax-free. Setelah semua oleh-oleh didapat, kami pun pulang untuk istirahat karena besok kami akan dijemput jam 08.00.
Suasana malam shinjuku..
Ngeliat bunga sakura depan satu restaurant..kirain pohon boongan ternyata beneraann..haha

Liburan Jepang Day 3 - Universal Studio

Agenda hari ini adalah agenda yang tertunda kemarin yaitu ke Universal studio. Untuk pergi ke Universal Studio harus transfer beberapa kali karena jaraknya cukup jauh dari apartment kami. Kembali kami menggunakan Google maps. Kami sudah membeli tiket universal studio di Indonesia di HIS travel dengan harga 890ribu utk dewasa & 577ribu untuk anak (anak dibawah 4tahun free). Kurs saat membeli tiket USJ adalah 119. Begitu keluar kereta di universal city, anginnya sangat kencang..be prepared.. Si kakak pun sampai kedinginan dan minta semua ditutup mukanya. Begitu masuk USJ terlihat di area sebelah kanan adalah tempat mainan anak2.. kami skip dulu langsung menuju ke Harry Potter. Saat itu kondisi tidak begitu ramai sehingga kami bisa langsung masuk ke area Harry Potter tanpa mengambil antrian.. Woww, keren banget berasa lagi tempatnya Harry Potter beneran. Tapi si kakak melihat area harry potter agak spooky karena bentuk-bentuk bangunannya. Jadi selama di dalam pun si kakak rewel minta keluar dari area Harry Potter. Begitu masuk, di dekat pintu masuk ada jual butterbeer yang terkenal itu..begitu lliat tulisan “no alcohol” kita pun mencobanya....Enaaakkk saudara2...hehehhe.
(Kiri atas) Gate Universal Studio..
(Kiri bawah) Depan Hogwarts yang antriannya panjang..
(kanan) Harry Potter Village yang kereen bgt
Kami melanjutkan kembali menjelajahi area Harry Potter. Dede dan opungnya menonton pertunjukan sulap. Berhubung kakak gak mau, jadi kita muter2 di sekitar area itu. Ada toko souvenir jual lengkap tongkat sihir punya harry potter, hermione, dll. Harganya lumayan mahal untuk sebuah tongkat. Mungkin bagi pecinta berat Harry Potter tidak menjadi masalah harganya..hehehe..Wahana yang paling terkenal di Harry Potter berada di bangunan sekolah hogwart..antriannya mencapai 75 menit..huhu..kami ikhlas skip masuk ke dalamnya. Setelah puas di area Harry Potter kami melanjutkan kembali jalan ke arah dalam USJ. Di dekat area Jaws, ada booth face painting. Si kakak pun tertarik ingin face painting. Harga untuk 1x face painting adalah 2500yen dan discount 50% untuk pembelian ke2. Dede pun akhirnya ikutan face painting. Hasil face paintingnya kereeennn banget...:)
So pretty girls..Double A with their face painted..
Setelah itu, kami makan di sebuah restaurant Jepang di depan danau. Well, untuk menunya tidak bisa dikatakan murah karena 1 paket makanan lengkap harganya sekiatr 1000-1500yen. Setelah makan kami lanjut jalan-jalan. Kebetulan saat itu sedang ada parade “15th years reborn USJ” , ada berbagai jenis karakter disana seperti minion, elmo, dll..ada pula penari-penari dan kendaraan hias yang besar2.. Si dede senang banget melihat parade itu dan kami pun ikutan menari saat kendaraan hiasnya berhenti.
Parade minion..
ikutan joget-joget pas parade..:)
Kami lanjut ke tempat main anak-anak. Suami dan adik-adik pisahkan diri karena mereka mau melihat wahana-wahana lain. Di tempat anak2, Double main cupcake yang berputar-putar, mobil-mobilan, carousel dan permainan semacam “gajah bleduk” kalo di Indonesia. Di area anak-anak juga ada tempat permainan indoor. Isinya ada perosotan mandi bola, kemudian menyusun balok-balok besar, perahu2an dan ada beberapa permainan lain. Kami menghabiskan waktu cukup lama di area ini karena ternyata Double A betah disini..hehehe.. Waktu menunjukkan pukul 4 sore, kami pun memutuskan untuk pulang,karena pada pukul 7, kami ada janji makan malam dengan kolega bisnis suami. Di perjalanan pulang, saat kami berhenti di salah satu stasiun JR, kami membeli tiket shinkansen untuk esok hari. Harga tiketnya 14450 yen untuk dewasa dan setengah harga untuk anak-anak. Mengingat barang bawaan kami yang cukup banyak dan kami malas untuk menitipkan koper lagi di stasiun di tokyo, kami pun membeli tiket pukul 12.00. Oh iya, kalau mau shalat bisa di guest service dekat pintu masuk USJ bilang aja mau shalat, tapi harus wudhu terlebih dahulu karena ga ada tempat wudhu disitu.

Minggu, 14 Mei 2017

Liburan Jepang Day 2 - Kyoto

Hari ini jadwal kami seharusnya ke Universal Studio, namun berhubung kami harus menunggu koper yang akan diantar jam 10 , jadi kami mengubah jadwal hari ini ke Kyoto. Kami berangkat dengan menggunakan kereta non JR atau yaitu dengan kereta Hankyu line (kalo bingung naik kereta apa buka aja google maps, sangat membantu). Untuk sampai Kyoto Station kami mengeluarkan uang 800 yen. Sampai di Kyoto Station kami membeli one day pass bus ticket seharga 500 yen (sekali naik bus di kyoto sekitar 230 yen). Letak bus ticket counternya ada kyk bangunan sendiri di luar stasiun kyoto sebelah kanan.
In front of Kyoto Station and it was freezing at 2 degree celcius..
Setelah dapat ticket, kami mencari dimana pemberhentian untuk bus no 206 atau 100. Di setiap line halte bus sudah ada nomor2 busnya dan tujuannya sehingga tidak sulit untuk kita mencarinya. Tidak lama menunggu datang juga busnya. Kami turun di halte Gojozaka (bisa juga turun di kiyomichi) untuk ke kuil kiyomizudera. Dari halte bus, kami harus menyebrang jalan terlebih dahulu untuk menuju kuil. Jalan Menuju kuil kiyomizudera terbagi 2 tapi ujungnya sama. Jalur sebelah kiri lebih menanjak, banyak penjual makanan dan suvenir sedangkan jalur kanan jalanannya lebih sepi dan tidak terlalu menanjak (tetep capek sih kalo sambil dorong stroller). Kami mengambil jalur kanan. Di jalur kanan ada penjual ice cream green tea yang enaaakkk banget (sebelah kiri jalan) dan juga ada penyewaan kimono.
Dingin dingin makan green tea ice cream..enak ice creamnya gak cair-cair..hehe
Kalau mau sewa kimono, saran saya sewa di jalur kanan toko kimono paling bawah (letaknya sebelah kanan). Kita awalnya mikir “ah ntar aja deket2 kuil sewanya repot nanjak pake kimono”..begitu sampai atas bahkan sampe kita turun lagi lewat jalur kanan ternyata hanya harga sewa kimono jauh lebih mahal (skitar 5300 yen). Sewa kimono di tempat saya itu sekitar 4300 yen..kita bebas memilih kimono yang kita suka. Karena udara diluar dingin sekali, sehingga long john dan winter leggingnya tidak perlu saya lepas, begitu pula dengan anak-anak. Prose pemakaian kimono memakan waktu +20mnit perorang, kenapa lama?karena ternyata itu berlapis2 dalamnya plus mereka mengerjakannya detail dan presisi sekali.
Trying to be Japanese people with kimono..cuma dede aja yg mendukung mukanya..hehe
Berhubung sudah pukul 16.30, loket kuil kiyomizudera sudah hampir tutup, kami tidak masuk ke dalam kuil karena di dalam masih jauh untuk bisa sampai keatas dan banyak anak tangga (ribet pakai kimono dan suami belum boleh terlalu banyak naik turun tangga). Kami turun lewat jalur satu lagi yang banyak jual makanan dan suvenir. Kami pun mampir untuk membeli oleh2 untuk teman kantor suami dan keluarga. Segala macam jenis biskuit ataupun wafer matcha ada disana, selain itu ada kue mochi berbagai rasa. Packagingnya pun bagus2 sehingga cocok untuk jadi oleh2.
Suasana ramai di sepanjang jalan menuju Kuil...
Setelah mengembalikan kimono, perut sudah lapar karena kami skip makan siang. Berdasarkan rekomendasi, ramen halal yang terkenal di Kyoto adalah Naritaya ramen yang ada di dearah Gion. Dari halte bus Gojozaka, kami naik bus 206 ke Gion (hanya 2-3 pemberhentian). Dari halte Gion kami mengandalakan Google maps untuk ke Naritaya ramen, hanya sekitar 6 menit jalan kaki. Tempatnya Kecil sekali hanya cukup sekitar 15 orang. Saat itu sudah cukup malam, itu pun kami harus menunggu orang yang selesai makan untuk bisa masuk. Setelah kenyang makan, kami kembali ke stasiun Kyoto dengan menggunakan bus yang sama. Dari halte Gion kami harus menyebrang jalan (arah balik) kemudian jalan hingga ada kuil besar setelah perempatan besar, disitulah halte bus nya. Sampai Kyoto station kami membeli tiket seperti rute kami datang ke Kyoto. Anyway udara di Kyoto hari itu sangaaaattt dingiinn. Setelah sampai di apartment kami sudah terlalu lelah dan istirahat untuk besok ke universal studio.

Menyusun Itinerary Jepang 7 hari

Semenjak beli tiket di bulan agustus 2016, saya punya waktu 6 bulan persiapan..Jepang terkenal dengan warganya yang kurang fasih bahasa inggris, tranportasi (kereta) yang rumit rutenya, dan tulisan-tulisan petunjuk yanga da disana kebanyakan tulisan kanji. Soo...saya pribadi ngerasa butuh baca-baca pengalaman orang yang udah pernah kesana. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan, yaitu itinerary, pakaian, dan makanan. Di jepang banyak banget tempat2 wisata yang bisa didatangi.

Berhubung kami datang melalui bandara Kansai Osaka dan pulang dari Tokyo, sehingga kami bisa mengunjungi 3 kota, yaitu Osaka, Kyoto, Tokyo. Kami menginap 3 hari di Osaka, 1 hari PP Osaka-Kyoto, dan 3 hari di Tokyo. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun itinerary adalah :

a). Jika pergi dengan anak-anak, tidak perlu memaksakan harus mendatangi 3 tempat sekaligus dalam 1 hari. Kenapa? Perbedaan waktu jakarta-jepang itu 2 jam, jadi kalau bangunin anak2 jam 7 pagi, sama aja kyk bangunin mereka jam 5 pagi..which is itu susah banget yaa..jadi paling baru bisa berangkat dari apartment jam 8.30-9.00. Lalu, jalan pake 2 buah stroller itu ga bisa secepet jalan sendiri, belum lagi di stasiun yang agak ribet krn hrs bolak balik ngelipet stroller atau nunggu naik elevator yang lumayan rame. b). Pilih tujuan wisata yang searah dalam 1 hari. Misalnya di tokyo, area shinjuku, shibuya, ginza, ueno, akihabara itu berada dalam 1 line kereta, namanya yamanote line, jadi lebih gampang karena ga usah ganti-ganti line. Atau area ueno, akihabara, asakusa itu juga 1 area.
Plan awal itinerary selama di Jepang
c). Berhubung saya bawa anak-anak, jadi saya hanya sedikit memasukkan jadwal kunjungan ke castle. Mereka kemungkinan akan bosan hanya melihat-lihat di castle tanpa ada mainan ataupun hiburan yang membuat mereka tertarik.
d). Bagi yang muslim, jangan lupa cari tahu restaurant atau tempat makan yang muslim friendly. Di area asakusa tokyo atau kyoto ada naritaya ramen halal. Di namba osaka ada honolu ramen halal juga. Kalo bingung ga nemu tempat makan halal, ga usah khawatir tinggal lari aja ke yoshinoya bisa pesan daging atau ikan.
e). Perlu beli JR Pass gak ya? Kalau saya kemarin gak beli JR Pass. Kenapa? Karena setelah saya hitung, penggunaan kereta JR saya di Jepang kurang dari 29ribu yen..selain itu di Osaka,kami akan lebih sering munggunakan subway. Di Kyoto pun kami menggunakan bus. So, hitung benar berapa biaya transportasi per harinya dan apakah menggunakan kereta JR/subway/metro/bus. Untuk tau bagaimana menghitung biaya transportasi kereta di jepang bisa menggunakan website www.hyperdia.com

Contoh detail penghitungan biaya yg dibutuhkan

f). Selain JR Pass, banyak banget tersedia tiket pass yang ada di Jepang. Misalnya Osaka, Ada Osaka Amazing pass, ada Yokoso Pass. Di tokyo pun ada tokyo wide pass, ada hakone pass, ada yamanote pass. Setelah tahu mau kemana aja, pilih tiket pass yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Semua bisa dengan mudah dicari di website. g). Perhatikan tanggal dan waktu buka tutup tempat wisata tujuan kamu. MIsalnya untuk main salju biasanya dibuka dari bulan November – april. Kemudian untuk melihat bunga sakura ada tempat-tempat tertentu yang viewnya bagus bgt, biasanya jam 5 sore disana udah gelap banget. Jadi sesuaikan itinerary dengan hal-hal tersebut ya.

Liburan ke Jepang Osaka Day 1

Day 2 (12 feb 2017) Keliling Shinsaibashi dan Dotonburi Kami tiba di Kansai International Airport sekitar pukul 08.00. setelah keluar pesawat kami menuju pengecekan imigrasi. Jangan lupa sedia pulpen ya di tas untuk mengisi kartu imigrasi. Kami pun mengisi kartu kedatangan dimana di dalamnya kami harus menuliskan alamat selama kami tinggal di osaka. Bila kalian booking penginapan lewat Air bnb seperti kami, jangan lupa tulis “air bnb” di kartu imigrasinya. Setelah selesai mengurus imigrasi, saat kami hendak mengambil bagasi, ada mbak-mbak Jepang yang berdiri di escalator menuju tmp ambil bagasi sambil membawa kertas bertuliskan nama si Papa..dan ternyata waktu ambil bagasi, ada 3 koper kami yang tidak terangkut ke osaka alias ketinggalan di Kuala Lumpur..zzzzzz. yang ketinggalan itu koper Bou (baca : bude dalam bahasa batak), koper double A (semua baju anak2 disitu) daaaannn yang paling epic koper berisi susu, pampers, dan makanan. Untungnya di tas backpack masih ada pampersnya Dede. Petugas bandara disana bilang kopernya akan diantar besok jam 10 ke apartment..yasudahlah kami ikhlaskan tuh koper2 nyampenya besok. Habis ngurus koper2, perut sudah terasa lapar. Kami pun mencari tempat makan. Ada restaurant halal di 2F terminal kedatangan namanya The U-don. Setelah makan kami bersiap diri memakai long john dan jaket karena udara di luar bandara mencapai 3-4 derajat celcius. Setelah semua siap, kami menuju ke tempat penukaran YOKOSO Pass yang sudah kami booking di internet.
Di dalam Narita Express..lengkap baju hangat double2..
Perjalanan dari Kansai ke Nankai Namba kurang lebih 40menit. Begitu sampai di Nankai-Namba Station kami mencari coin locker berbekal peta nankai namba station yang kami download di internet. Sampai di depan depan coin locker, kami bingung mana locker yang bisa digunakan mana yang sudah terisi.. JADIIII....katanya kalau lockernya masih ada kuncinya itu tandanya masih kosong, kalo sudah tidak ada kuncinya tandanya udah keisi....Berhubung kami membawa 5 koper (dari total 8 koper), sepertinya akan susah mencari loker yang kosong..ternyata di lantai basement (B1F) ada tempat penitipan koper berbentuk loket..kami pun menitipkan koper-koper kami di tempet itu. Tempat penitipan koper hanya bisa sampai jam 6 sore dengan biaya 700 yen per 1 koper. Setelah menitipkan koper kami menuju Uniqlo yang ada di stasiun tersebut untuk membeli celana panjang, long john double, baju tidur double A. Sewaktu masuk ke uniqlo, langsung tercengang meliat jaket fur yang sama kayak punya Double A dipajang dengan harga 500 YEN SAJA...sedangkan saya beli di jakarta sudah discount aja masih 159ribu...zzzz,long john dan jaket pun lebih murah disana dibandingkan uniqlo jakarta. Bisa lihat pengalaman belanja di Jepang di Postingan selanjutnya ya. Setelah mencari2 pakaian yang kami butuhkan, kami pun keluar dari stasiun. Grrrhhhh, anginnya dingiiiinn banget. Berhubung sudah terlalu siang sehingga kami membatalkan perjalanan ke osaka castle dan memutuskan untuk mencari makanan. Dari stasiun nankai namba kami berjalan ke arah kanan...disana banyak sekali deretan rumah makan jepang. Ada salah satu restaurant sushi yg recommended namanya Genrokuzushi Sennichimae tapi waiting lis dan antriannya panjang sekali. Tidak jauh dari situ ada restaurant yang menyajikan steak daging sapi dan ada pula set sushi..harga makanan di restaurant ini tidak bisa dikatakan murah sehingga kurang tepat kalau untuk budget traveller.
Restaurant sushi yang terkenal "Genrokuzushi Sennichimae" tapi waiting listnya lamaa...
Restaurant tempat kami makan
Setelah makan kami kembali mengambil koper yang dititipkan dan menuju ke apartment. Kami menyewa apartment dengan kapasitas 9 orang di dekat kawasan shinsaibashi. Apartment tsb ada 4 kamar,1 living room, 2 bathroom, kitchen, and laundry room. Berikut penampakannya.
Apartment kami...nyamaaannn bangettt..lokasinya pun strategis
Malamnya saya, suami, dan adik-adik jalan kaki ke shinsaibashi street dan dotonburi. Tujuan pertama kami adalah ke Pablo. Saya dan suami penasaran dengan rasanya karena di jakarta ngantrinya amit-amit banget. Di shinsaibashi Pablo memang mengantri tapi ga terlalu panjang. Harganya pun jauh lebih murah dibanding di jakarta. Setelah itu kami lanjut ke shinsaibashi street, saya mampir dulu ke matsumoto kiyoshi untuk membeli make up yang sudah saya list. Matsumoto Kiyoshi ini surganya cewe-cewe pecinta brand make up Jepang..
Antrian pablo yang masih manusiawi gak kayak di jakarta...
Shinsaibashi street at night...rameee n dinggiinn banget..
Sepanjang jalan shinsaibashi isinya toko-toko semua..dann yang bikin saya tergoda adalah banyak sale...mulai dari toko sepatu ABC Mart (ada slip on adidas harganya skitar 8900 yen), H&M,zara,uniqlo daaan masih banyak lagi. Sesampainya di dotonburi river banyaakk banget pedagang makanan di gerobak, mulai dari ice cream green te, okonimiyaki, takoyaki, kobe beef steak. Hati-hati ada “buta” (pork in japanese) yaa dimakanannya, jadi jangan sungkan2 nanya ke pedagangnya sebelum beli. That’s it untuk hari ini..Badan udah pegel plus udara di luar yang super dingin pas malam.