Minggu, 14 Mei 2017

Liburan ke Jepang Osaka Day 1

Day 2 (12 feb 2017) Keliling Shinsaibashi dan Dotonburi Kami tiba di Kansai International Airport sekitar pukul 08.00. setelah keluar pesawat kami menuju pengecekan imigrasi. Jangan lupa sedia pulpen ya di tas untuk mengisi kartu imigrasi. Kami pun mengisi kartu kedatangan dimana di dalamnya kami harus menuliskan alamat selama kami tinggal di osaka. Bila kalian booking penginapan lewat Air bnb seperti kami, jangan lupa tulis “air bnb” di kartu imigrasinya. Setelah selesai mengurus imigrasi, saat kami hendak mengambil bagasi, ada mbak-mbak Jepang yang berdiri di escalator menuju tmp ambil bagasi sambil membawa kertas bertuliskan nama si Papa..dan ternyata waktu ambil bagasi, ada 3 koper kami yang tidak terangkut ke osaka alias ketinggalan di Kuala Lumpur..zzzzzz. yang ketinggalan itu koper Bou (baca : bude dalam bahasa batak), koper double A (semua baju anak2 disitu) daaaannn yang paling epic koper berisi susu, pampers, dan makanan. Untungnya di tas backpack masih ada pampersnya Dede. Petugas bandara disana bilang kopernya akan diantar besok jam 10 ke apartment..yasudahlah kami ikhlaskan tuh koper2 nyampenya besok. Habis ngurus koper2, perut sudah terasa lapar. Kami pun mencari tempat makan. Ada restaurant halal di 2F terminal kedatangan namanya The U-don. Setelah makan kami bersiap diri memakai long john dan jaket karena udara di luar bandara mencapai 3-4 derajat celcius. Setelah semua siap, kami menuju ke tempat penukaran YOKOSO Pass yang sudah kami booking di internet.
Di dalam Narita Express..lengkap baju hangat double2..
Perjalanan dari Kansai ke Nankai Namba kurang lebih 40menit. Begitu sampai di Nankai-Namba Station kami mencari coin locker berbekal peta nankai namba station yang kami download di internet. Sampai di depan depan coin locker, kami bingung mana locker yang bisa digunakan mana yang sudah terisi.. JADIIII....katanya kalau lockernya masih ada kuncinya itu tandanya masih kosong, kalo sudah tidak ada kuncinya tandanya udah keisi....Berhubung kami membawa 5 koper (dari total 8 koper), sepertinya akan susah mencari loker yang kosong..ternyata di lantai basement (B1F) ada tempat penitipan koper berbentuk loket..kami pun menitipkan koper-koper kami di tempet itu. Tempat penitipan koper hanya bisa sampai jam 6 sore dengan biaya 700 yen per 1 koper. Setelah menitipkan koper kami menuju Uniqlo yang ada di stasiun tersebut untuk membeli celana panjang, long john double, baju tidur double A. Sewaktu masuk ke uniqlo, langsung tercengang meliat jaket fur yang sama kayak punya Double A dipajang dengan harga 500 YEN SAJA...sedangkan saya beli di jakarta sudah discount aja masih 159ribu...zzzz,long john dan jaket pun lebih murah disana dibandingkan uniqlo jakarta. Bisa lihat pengalaman belanja di Jepang di Postingan selanjutnya ya. Setelah mencari2 pakaian yang kami butuhkan, kami pun keluar dari stasiun. Grrrhhhh, anginnya dingiiiinn banget. Berhubung sudah terlalu siang sehingga kami membatalkan perjalanan ke osaka castle dan memutuskan untuk mencari makanan. Dari stasiun nankai namba kami berjalan ke arah kanan...disana banyak sekali deretan rumah makan jepang. Ada salah satu restaurant sushi yg recommended namanya Genrokuzushi Sennichimae tapi waiting lis dan antriannya panjang sekali. Tidak jauh dari situ ada restaurant yang menyajikan steak daging sapi dan ada pula set sushi..harga makanan di restaurant ini tidak bisa dikatakan murah sehingga kurang tepat kalau untuk budget traveller.
Restaurant sushi yang terkenal "Genrokuzushi Sennichimae" tapi waiting listnya lamaa...
Restaurant tempat kami makan
Setelah makan kami kembali mengambil koper yang dititipkan dan menuju ke apartment. Kami menyewa apartment dengan kapasitas 9 orang di dekat kawasan shinsaibashi. Apartment tsb ada 4 kamar,1 living room, 2 bathroom, kitchen, and laundry room. Berikut penampakannya.
Apartment kami...nyamaaannn bangettt..lokasinya pun strategis
Malamnya saya, suami, dan adik-adik jalan kaki ke shinsaibashi street dan dotonburi. Tujuan pertama kami adalah ke Pablo. Saya dan suami penasaran dengan rasanya karena di jakarta ngantrinya amit-amit banget. Di shinsaibashi Pablo memang mengantri tapi ga terlalu panjang. Harganya pun jauh lebih murah dibanding di jakarta. Setelah itu kami lanjut ke shinsaibashi street, saya mampir dulu ke matsumoto kiyoshi untuk membeli make up yang sudah saya list. Matsumoto Kiyoshi ini surganya cewe-cewe pecinta brand make up Jepang..
Antrian pablo yang masih manusiawi gak kayak di jakarta...
Shinsaibashi street at night...rameee n dinggiinn banget..
Sepanjang jalan shinsaibashi isinya toko-toko semua..dann yang bikin saya tergoda adalah banyak sale...mulai dari toko sepatu ABC Mart (ada slip on adidas harganya skitar 8900 yen), H&M,zara,uniqlo daaan masih banyak lagi. Sesampainya di dotonburi river banyaakk banget pedagang makanan di gerobak, mulai dari ice cream green te, okonimiyaki, takoyaki, kobe beef steak. Hati-hati ada “buta” (pork in japanese) yaa dimakanannya, jadi jangan sungkan2 nanya ke pedagangnya sebelum beli. That’s it untuk hari ini..Badan udah pegel plus udara di luar yang super dingin pas malam.

0 komentar:

Posting Komentar