Hari ini jadwal kami seharusnya ke Universal Studio, namun berhubung kami harus menunggu koper yang akan diantar jam 10 , jadi kami mengubah jadwal hari ini ke Kyoto. Kami berangkat dengan menggunakan kereta non JR atau yaitu dengan kereta Hankyu line (kalo bingung naik kereta apa buka aja google maps, sangat membantu). Untuk sampai Kyoto Station kami mengeluarkan uang 800 yen. Sampai di Kyoto Station kami membeli one day pass bus ticket seharga 500 yen (sekali naik bus di kyoto sekitar 230 yen). Letak bus ticket counternya ada kyk bangunan sendiri di luar stasiun kyoto sebelah kanan.
 |
| In front of Kyoto Station and it was freezing at 2 degree celcius.. |
Setelah dapat ticket, kami mencari dimana pemberhentian untuk bus no 206 atau 100. Di setiap line halte bus sudah ada nomor2 busnya dan tujuannya sehingga tidak sulit untuk kita mencarinya. Tidak lama menunggu datang juga busnya. Kami turun di halte Gojozaka (bisa juga turun di kiyomichi) untuk ke kuil kiyomizudera. Dari halte bus, kami harus menyebrang jalan terlebih dahulu untuk menuju kuil. Jalan Menuju kuil kiyomizudera terbagi 2 tapi ujungnya sama. Jalur sebelah kiri lebih menanjak, banyak penjual makanan dan suvenir sedangkan jalur kanan jalanannya lebih sepi dan tidak terlalu menanjak (tetep capek sih kalo sambil dorong stroller). Kami mengambil jalur kanan. Di jalur kanan ada penjual ice cream green tea yang enaaakkk banget (sebelah kiri jalan) dan juga ada penyewaan kimono.
 |
| Dingin dingin makan green tea ice cream..enak ice creamnya gak cair-cair..hehe |
Kalau mau sewa kimono, saran saya sewa di jalur kanan toko kimono paling bawah (letaknya sebelah kanan). Kita awalnya mikir “ah ntar aja deket2 kuil sewanya repot nanjak pake kimono”..begitu sampai atas bahkan sampe kita turun lagi lewat jalur kanan ternyata hanya harga sewa kimono jauh lebih mahal (skitar 5300 yen). Sewa kimono di tempat saya itu sekitar 4300 yen..kita bebas memilih kimono yang kita suka. Karena udara diluar dingin sekali, sehingga long john dan winter leggingnya tidak perlu saya lepas, begitu pula dengan anak-anak. Prose pemakaian kimono memakan waktu +20mnit perorang, kenapa lama?karena ternyata itu berlapis2 dalamnya plus mereka mengerjakannya detail dan presisi sekali.
 |
| Trying to be Japanese people with kimono..cuma dede aja yg mendukung mukanya..hehe |
Berhubung sudah pukul 16.30, loket kuil kiyomizudera sudah hampir tutup, kami tidak masuk ke dalam kuil karena di dalam masih jauh untuk bisa sampai keatas dan banyak anak tangga (ribet pakai kimono dan suami belum boleh terlalu banyak naik turun tangga). Kami turun lewat jalur satu lagi yang banyak jual makanan dan suvenir. Kami pun mampir untuk membeli oleh2 untuk teman kantor suami dan keluarga. Segala macam jenis biskuit ataupun wafer matcha ada disana, selain itu ada kue mochi berbagai rasa. Packagingnya pun bagus2 sehingga cocok untuk jadi oleh2.
 |
| Suasana ramai di sepanjang jalan menuju Kuil... |
Setelah mengembalikan kimono, perut sudah lapar karena kami skip makan siang. Berdasarkan rekomendasi, ramen halal yang terkenal di Kyoto adalah Naritaya ramen yang ada di dearah Gion. Dari halte bus Gojozaka, kami naik bus 206 ke Gion (hanya 2-3 pemberhentian). Dari halte Gion kami mengandalakan Google maps untuk ke Naritaya ramen, hanya sekitar 6 menit jalan kaki. Tempatnya Kecil sekali hanya cukup sekitar 15 orang. Saat itu sudah cukup malam, itu pun kami harus menunggu orang yang selesai makan untuk bisa masuk.
Setelah kenyang makan, kami kembali ke stasiun Kyoto dengan menggunakan bus yang sama. Dari halte Gion kami harus menyebrang jalan (arah balik) kemudian jalan hingga ada kuil besar setelah perempatan besar, disitulah halte bus nya. Sampai Kyoto station kami membeli tiket seperti rute kami datang ke Kyoto. Anyway udara di Kyoto hari itu sangaaaattt dingiinn. Setelah sampai di apartment kami sudah terlalu lelah dan istirahat untuk besok ke universal studio.
0 komentar:
Posting Komentar